Persiapan Sebelum Menikah: Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Dalam menjalani perjalanan ke pelaminan, berikut adalah panduan lengkap mengenai apa saja yang harus disiapkan / persiapan sebelum menikah.

Menikmati kehidupan berdua memerlukan landasan yang kokoh. Untuk itu, ada beberapa persiapan menikah yang patut dipertimbangkan:

  • Menetapkan tujuan bersama: Definisikan impian dan tujuan hidup bersama sebagai fondasi perjalanan hidup berumah tangga.
  • Keterampilan komunikasi: Pahami cara berkomunikasi yang efektif, saling mendengar, dan menghargai pendapat satu sama lain.

Syarat dan Persiapan Dokumen Sebelum Menikah

Tidak hanya cinta yang perlu disiapkan, tetapi juga dokumen dan persyaratan administrasi untuk memastikan legalitas pernikahan:

Syarat pernikahan telah diatur sesuai dengan Undang-Undang Pernikahan yang berlaku di Indonesia, menjadi langkah penting bagi calon pengantin untuk memastikan kelancaran pernikahan mereka. Dalam tahun ini, persiapkan diri Anda dengan menyediakan dokumen-dokumen syarat nikah berikut.

Dokumen Administratif untuk Pernikahan WNI:

  1. Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon suami, calon istri, dan orang tua atau wali nikah.
  2. Formulir N1 – Surat pengantar nikah dari kelurahan atau desa.
  3. Formulir N3 – Surat persetujuan mempelai.
  4. Formulir N5 – Surat izin orang tua jika calon pengantin berusia di bawah 21 tahun.
  5. Surat akta cerai (jika calon pengantin sudah pernah bercerai).
  6. Surat izin komandan untuk calon pengantin TNI atau POLRI.
  7. Surat pengantar kematian jika calon pengantin duda atau janda yang ditinggal mati.
  8. Izin atau dispensasi dari Pengadilan Agama untuk kasus:
  9. Calon suami atau calon istri di bawah 19 tahun.
  10. Izin poligami.
  11. Izin dari kedutaan besar untuk WNA.
  12. Fotokopi identitas diri (KTP).
  13. Fotokopi Kartu Keluarga.
  14. Fotokopi Akta Kelahiran.

Surat rekomendasi nikah dari KUA kecamatan (khusus jika pernikahan dilangsungkan di wilayah luar tempat tinggal calon pengantin).

  • Pas foto ukuran 2 x 3 sebanyak 5 lembar.
  • Pas foto ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar.

Namun, penting untuk dicatat bahwa syarat-syarat ini dapat mengalami perubahan. Pada tahun 2020, pemerintah menetapkan persyaratan tambahan, yaitu sertifikat layak nikah. Sertifikat ini bertujuan untuk menilai kesehatan fisik dan psikis calon mempelai, memastikan kesiapan mereka untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Mendapatkan sertifikat layak nikah cukup mudah. Calon pengantin hanya perlu membawa surat pengantar dari kelurahan dan mendaftar di puskesmas terdekat.

Menikah di KUA Gratis, Namun Memerlukan Persiapan

Pernikahan dapat dijalankan di Kantor Urusan Agama (KUA) sesuai ketentuan pemerintah. Proses ini gratis selama hari dan jam kerja.

Jika pernikahan dilaksanakan di luar KUA, Anda perlu melakukan booking dan membayar biaya untuk pelaksanaan ijab kabul, sekitar Rp600.000. Persiapkan pula dokumen-dokumen berikut:

  1. Surat pengantar RT, RW, dan Kelurahan/Desa.
  2. Surat pengantar nikah dari Kelurahan/Desa ke KUA.
  3. Dispensasi dari Kecamatan jika pernikahan dilakukan kurang dari 10 hari dari waktu pendaftaran.
  4. Bukti pembayaran biaya akad nikah (jika dilakukan di luar KUA).
  5. Pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin serta wali nikah oleh KUA.
  6. Pelunasan biaya pernikahan (jika pernikahan dilakukan di luar jam kerja).
  7. Pencatatan Sipil: Penting untuk Keseimbangan Hukum dan Agama

Pernikahan di KUA mencakup dimensi agama, sementara pencatatan sipil menegaskan keabsahan hukum. Di Indonesia, keduanya harus dilakukan.

Pernikahan di KUA tanpa pencatatan sipil disebut pernikahan siri. Meskipun diakui secara agama, pernikahan siri dapat menyulitkan jika melibatkan dokumen kenegaraan.

Dokumen resmi negara dapat berupa buku nikah untuk pasangan Islam, atau akta nikah untuk pasangan non-Islam, yang memiliki nilai keabsahan yang setara.

Tes Kesehatan Sebelum Menikah

Selain persyaratan administratif, tes kesehatan sebelum menikah sangat disarankan. Ini membantu menghindari masalah kesehatan yang dapat muncul di masa depan.

  1. Tes HIV dan penyakit menular seksual.
  2. Tes kecocokan golongan darah untuk menghindari masalah selama kehamilan.
  3. Tes kesuburan untuk mencegah masalah kemandulan.
  4. Tes kondisi medis genetik atau kronis.

Pemeriksaan ini memungkinkan pasangan untuk mengambil langkah-langkah medis yang tepat jika diperlukan. Sebagai langkah akhir, calon pengantin menerima vaksin TT untuk keamanan tambahan.

Dokumen Penting untuk Masa Depan

Setelah melalui serangkaian tes dan persyaratan, calon pengantin melengkapi pernikahan mereka dengan pencatatan sipil. Dokumen ini mencakup:

  • Surat bukti perkawinan menurut agama.
  • Akta kelahiran.
  • Surat keterangan dari lurah.
  • Fotokopi KK/KTP yang dilegalisir lurah.
  • Pas foto berdampingan ukuran 4 x 6 cm (5 lembar).
  • Dua orang saksi yang berusia 21 tahun ke atas.
  • Akta kelahiran anak yang akan diakui/disahkan.
  • Akta perceraian/akta kematian jika yang bersangkutan sudah pernah menikah.
  • Izin dari komandan bagi anggota TNI/Polisi.
  • Paspor bagi WNA.
  • Surat Tanda Melapor Diri (STMD) dari Kepolisian bagi WNA.
  • Surat dari Kedutaan/Konsul/Perwakilan Negara Asing bagi WNA.
  • Surat Keterangan Kedatangan (SKK) dari Imigrasi bagi WNA.

Dokumen ini tidak hanya menjamin keabsahan pernikahan secara hukum, tetapi juga melindungi hak-hak pasangan suami istri di masa depan.

Salah satu tahap krusial dalam persiapan sebelum menikah yang tak boleh diabaikan adalah membuat undangan digital. Keputusan ini tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial, di mana biaya cetak undangan fisik, terutama yang memiliki standar kualitas tinggi, mampu memberikan beban finansial tambahan pada anggaran pernikahan. Sebaliknya, opsi undangan digital seringkali menghadirkan solusi ekonomis yang lebih terjangkau untuk direalisasikan.

Mau Order? Chat Sekarang!
Ditopup
Logo
Shopping cart